HARIANMALANG.COM – Pasangan Calon Wali Kota Malang nomor urut 1 Wahyu Hidayat dan Ali Muthohirin (WALI) berkunjung dan doa bersama dengan tokoh agama dan habib.
Mereka berharap diteguhkan jiwanya dan diyakinkan hatinya menjadi pemimpin yang jujur dan amanah untuk Kota Malang.
Senin (28/10) Wahyu Hidayat dan Ali Muthohirin, silaturahmi ke rumah tokoh agama dan habib dMalang Raya.
Di Kabupaten Malang, pasangan WALI silaturahmi ke Lil Habib Ja’far Bin Ustman AL-Jufri kemudian dilanjutkan bertemu dengan Habib Abdul Qadir Umar Mauladdawilah di Kota Malang.
Baca Juga:
Blokees Pamerkan Beragam Portofolio Produk di Ajang Toy Fair New York 2026
100 Tahun WIDIA: Menetapkan dan Merayakan Seabad Solusi Pemotongan Logam
Selain berbincang tentang kerohaniaan pasangan WALI juga membahas peran menjadi pemimpin yang baik kemudian doa bersama dan melihat kawasan majelis.
“Semoga saya bisa diyakinkan untuk bisa menjadi pemimpin yang bersih, jujur dan amanah,” ucap Wahyu Hidayat.
Dalam kesempatan itu Wahyu bercerita, mendapatkan dukungan dari masyarakat dan beberapa kelompok untuk menjadi Wali Kota.
Wahyu merasa terpanggil untuk mengabdi di tanah kelahirannya yaitu Kota Malang.
“Setelah dukungan muncul saya salat istikhara, minta dukungan keluarga dan beberapa senior, gayung bersambut para partai pendukung,” ungkapnya.
Saat doa bersama berlangsung Wahyu dan Ali dengan khusyuk menundukan kepala dan menggenggam tangannya dengan mata terpejam. Beberapa kali lantunan doa keluar dari mulutnya sambil berdoa di dalam hati.
Keserisuan Wahyu untuk menjadi pemimpin Kota Malang sudah terbukti. Dia adalah orang yang berpengalaman di birokrat dari berbagai jenjang. Dan orang yang bersih tidak punya catatan hukum.
Bukti lain adalah Wahyu dengan lugas melepas semua jabatannya. Mulai dari Pj Wali Kota Malang, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang dan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Malang.
Baca Juga:
CGTN:Langkah Tiongkok Memperkuat Industri Unggulan Pedesaan guna Mendorong Revitalisasi Pedesaan
Coda Luncurkan Kampanye Regional untuk Cegah Penipuan Daring bagi Pemain Gim
“Semua jabatan sudah saya tanggalkan sebagai bukti niat tulus saya,” ujar Wahyu.
Wahyu berharap Pilkada yang ia hadapi akan berjalan lancar dan damai. Apapun yang terjadi hasilnya Wahyu bertekad untuk menjadi orang yang bermanfaat dengan sesama.
Menurutnya menjadi pemimpin harus mempunyai kebaikan hati dan kejujuran. Agar bisa memberikan manfaat kepada masyarakat secara maksimal.
Sementara itu, Habib Abdul Qadir Umar Mauladdawilah mengatakan, semoga apa hajat dan keinginan diberkahi oleh Allah SWT. Ia juga berpesan kepada Wahyu dan Ali untuk tetap amanah jika menjadi pemimpin dimanapun
“Tetap berdoa dan meminta kepada Allah, ada 2 orang yang bisa masuk surga lebih dulu selain ulama yaitu, pemimpin yang adil dan orang kaya yang dermawan,” pesannya.***















