SINGAPURA, 6 Februari 2026 /PRNewswire/ — Dyna.Ai, penyedia solusi akal imitasi (AI) global, hari ini menerbitkan laporan terbaru bersama GXS Partners dan Smartkarma. Laporan ini mengulas kendala yang dihadapi banyak bank untuk mengubah investasi AI menjadi pendapatan. Di sisi lain, laporan ini juga menyoroti beberapa bank yang berhasil melampaui tantangan tersebut. Riset tersebut memaparkan lembaga keuangan di Asia Tenggara, Amerika Latin, dan Timur Tengah yang mampu menghasilkan pendapatan melalui beberapa kapabilitas AI, serta mencermati kondisi operasional yang dibutuhkan untuk penerapan AI secara luas di lingkungan produksi.
Menurut riset tersebut, bank yang berhasil mewujudkan personalisasi berbasiskan AI mampu meningkatkan pendapatan hingga 6% di sektor perbankan, jasa keuangan, dan asuransi (BFSI). Dengan anggaran belanja AI di sektor BFSI yang diproyeksikan melonjak lebih dari 10 kali lipat, dari USD 35 miliar pada 2023 menjadi USD 368 miliar pada 2032, kesuksesan tidak lagi ditentukan oleh jumlah proyek percontohan, melainkan kemampuan untuk bergerak cepat menuju implementasi skala produksi dengan akuntabilitas terhadap kinerja yang terukur.
Meski investasi AI di sektor BFSI terus meningkat, sebagian besar lembaga keuangan masih berada pada tahap uji coba. Riset terbaru menunjukkan, meski 77% eksekutif di sektor jasa keuangan melaporkan ROI positif pada periode tahun pertama, dampak nyata di level perusahaan secara menyeluruh masih sulit dicapai, karena lemahnya akuntabilitas atas kinerja operasional. Lembaga keuangan terdepan di pasar berkembang kini mulai menutup kesenjangan ini dengan mengaitkan AI secara langsung dengan target pendapatan, membangun tanggung jawab dari tahap implementasi hingga hasil operasional, serta menyusun kemitraan dengan akuntabilitas bersama dan dampak yang terukur.
"Sebagian besar bank merasa telah mengalami kemajuan dalam penerapan AI. Namun, riset menunjukkan, hanya 10% bank yang menggunakan agen AI yang benar-benar memperoleh ROI signifikan dan terukur," ujar Tomas Skoumal, Chairman & Co-founder, Dyna.Ai. "Laporan ini mengungkap sumber pendapatan yang benar-benar riil, dan mengapa banyak institusi masih terkendala, meski telah menjalankan proyek uji coba selama bertahun-tahun—kesenjangan yang jauh lebih besar dari perkiraan para eksekutif."
"Satu hal terus mengemuka dari wawancara kami dengan para eksekutif, yakni betapa sulitnya mengembangkan skala AI secara internal," kata William Hahn, Director, GXS Partners. "Banyak eksekutif mengakui, mereka meremehkan upaya yang harus ditempuh setelah tahap uji coba selesai, dan semakin terbuka untuk bermitra agar proses eksekusi dan tanggung jawab dapat dibagi-bagi."
Pasar mobile-first dan wealth management berbasiskan AI di Asia Tenggara
Di Asia Tenggara, populasi penduduk usia muda yang mengutamakan penggunaan perangkat seluler (mobile-first), serta kerangka regulasi yang kondusif, telah mendorong investasi AI menjadi dampak pendapatan yang terukur. DBS Singapura menghasilkan pendapatan sebesar USD 565 juta dari 350 skenario penggunaan AI pada 2024, dan menargetkan USD 745 juta pada 2025. Di seluruh kawasan ini, bank memanfaatkan AI dalam berbagai inisiatif untuk menghasilkan pendapatan melalui kanal digital dan perangkat seluler. Tren tersebut turut didukung oleh skala kesenjangan pembiayaan UMKM di Asia Tenggara yang mencapai USD 300 miliar.
Ambisi AI nasional dan pembayaran lintasnegara di Timur Tengah
Program pengembangan AI yang dipimpin negara, serta momentum teknologi finansial (tekfin) mempercepat adopsi AI di sektor jasa keuangan Timur Tengah. PwC memperkirakan, AI dapat menambah USD 320 miliar untuk perekonomian regional pada 2030, dengan sektor jasa keuangan sebagai pilar utama. Dampak awal terlihat pada wealth management dan pembayaran lintasnegara, terutama ketika lembaga keuangan menerapkan AI untuk mengembangkan skala pengelolaan hubungan nasabah, memperkuat kepatuhan regulasi, serta mewujudkan transaksi regional yang lebih cepat dan andal.
Data alternatif dan pencegahan aksi penipuan yang memperluas inklusi di Amerika Latin
Di Amerika Latin, skala dan risiko masih menjadi kendala utama seiring meningkatnya eksklusivitas keuangan dan risiko penipuan. Lebih dari 200 juta orang dewasa belum terlayani oleh layanan keuangan formal. Maka, AI semakin berperan dalam pengambilan keputusan kredit dan pencegahan penipuan. Tujuannya, memperluas akses pembiayaan sekaligus menjaga disiplin risiko. Lembaga seperti BBVA Meksiko membuktikan proses pengambilan keputusan berbasiskan AI dapat mendorong inklusi keuangan yang lebih luas, tanpa mengorbankan pengendalian risiko.
BFSI di pasar berkembang mulai menghasilkan pendapatan dari AI dalam skala besar
Di ketiga kawasan tersebut, tantangan kelembagaan seperti fragmentasi data, tata kelola yang tidak jelas, dan kendala adopsi AI masih menghambat sebagian besar implementasi AI di sektor BFSI. Namun, lembaga keuangan yang mengaitkan AI secara langsung dengan target pendapatan dan menanamkan tata kelola sejak awal berhasil melampaui tahap eksperimen, serta bergerak menuju dampak nyata berskala produksi. Banyak perusahaan BFSI kini semakin mengadopsi model Results-as-a-Service, yakni penyedia solusi dibayar berdasarkan kinerja, bukan sekadar alat. Sebagai penyedia global, Dyna.Ai menjalankan tanggung jawab eksekusi, mulai dari model AI spesifik industri, agen AI, hingga aplikasi dan hasil operasional.
"Masalahnya bukan pada eksperimen, melainkan pada akuntabilitas," ujar Tomas Skoumal. "Model Results-as-a-Service berarti mengaitkan implementasi AI dengan kinerja bisnis yang terukur, bukan sekadar adopsi teknologi. Model ini mengubah cara perusahaan mengeksekusi AI saat beralih dari tahap uji coba menuju produksi."
Laporan berjudul "From Pilots to Production: How Banks Turn AI into Revenue" dapat diunduh melalui tautan ini.
Tentang Dyna.Ai
Dyna.Ai adalah perusahaan AI-as-a-Service terkemuka yang berkantor pusat di Singapura. Dyna.Ai menyediakan solusi AI berstandar korporasi (enterprise AI) yang mengubah teknologi AI mutakhir menjadi kinerja bisnis yang terukur. Dyna.Ai menghadirkan produk dan layanan berbasiskan AI untuk meningkatkan pengalaman pelanggan (CX), pengalaman karyawan (EX), serta mengoptimalkan aktivitas bisnis inti melalui solusi yang dirancang untuk penerapan praktis di lingkungan perusahaan. Dengan jangkauan global di Asia, Timur Tengah, dan Amerika, Dyna.Ai mendukung lembaga keuangan, pusat layanan pelanggan (contact center), dan berbagai perusahaan di seluruh dunia. Informasi selengkapnya: www.dyna.ai.










