Lee Kum Kee Bekerja Sama dengan UNESCO untuk Meluncurkan”Forever Flavors Project”, Menciptakan Arsip Global Kenangan Rasa

Avatar photo

- Pewarta

Senin, 26 Januari 2026 - 02:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

logo

logo

BEIJING, 26 Januari, 2026 /PRNewswire/ — Lee Kum Kee Sauce ("Lee Kum Kee"), pemimpin global produk saus dan kondimen, bekerja sama dengan United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO), serta menggelar acara peluncuran kolaborasi perdana bertajuk "Forever Flavors Project" di Beijing. Inisiatif ini mengajak masyarakat dunia mengumpulkan kisah-kisah tentang makanan untuk membangun arsip global kenangan cita rasa. Dengan menjadikan rasa sebagai jembatan, proyek ini bertujuan mendorong dialog lintasbudaya, mempererat ikatan emosional, sekaligus mendukung pelestarian dan pewarisan warisan kuliner secara berkelanjutan

Acara peluncuran "Forever Flavors Project" tersebut dihadiri oleh Daniel Shih, Chief Corporate Affairs Officer & General Counsel, Lee Kum Kee Group; Simon Cao, Vice President – Global Brand Development & Communications, Global Marketing, Lee Kum Kee Sauce; Profesor Shahbaz Khan, Director & Representative, UNESCO Regional Office, East Asia; perwakilan Komisi Nasional Tiongkok untuk UNESCO; Departemen Pertukaran dan Kerja sama Internasional, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Tiongkok; Divisi Warisan Budaya Tak Berwujud, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Beijing; para perwakilan UNESCO Category 2 Centres; kota-kota gastronomi Tiongkok dalam jaringan UNESCO Creative Cities; asosiasi industri, serta media dan influencer. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menandai dimulainya kolaborasi resmi antara Lee Kum Kee dan UNESCO.

(kiri ke kanan) Simon Cao, Vice President - Global Brand Development and Communications, Global Marketing of Lee Kum Kee Sauce, Professor Shahbaz Khan, Director and Representative, UNESCO Regional Office for East Asia, and Daniel Shih, Chief Corporate Affairs Officer and General Counsel of Lee Kum Kee Group, hadir saat acara peluncuran tersebut.
(kiri ke kanan) Simon Cao, Vice President – Global Brand Development and Communications, Global Marketing of Lee Kum Kee Sauce, Professor Shahbaz Khan, Director and Representative, UNESCO Regional Office for East Asia, and Daniel Shih, Chief Corporate Affairs Officer and General Counsel of Lee Kum Kee Group, hadir saat acara peluncuran tersebut.

Ajakan Global untuk Berbagi Kenangan Cita Rasa

Kolaborasi Lee Kum Kee dan UNESCO berfokus pada empat prioritas utama: melindungi warisan budaya kuliner, membina talenta kuliner muda, membangun ruang dialog lintasbudaya, serta mendorong partisipasi publik. Secara keseluruhan, inisiatif ini bertujuan menjaga dan membagikan memori kolektif tentang makanan yang melampaui batas waktu dan geografis.

"Forever Flavors Project" mulai menerima kontribusi publik sejak 20 Januari. Melalui akun resmi RedNote (Xiaohongshu) Lee Kum Kee: 忘不了的味道•档案计划, akun Instagram resmi Lee Kum Kee, situs resmi UNESCO, akun resmi WeChat, serta berbagai platform media sosial lainnya, masyarakat di seluruh dunia dapat membagikan kisah tentang cita rasa makanan dari diri mereka, keluarga, maupun komunitas melalui tulisan, video, dan foto. Unggahan harus disertai tagar #忘不了的味道 atau #ForeverFlavorsProject dan diunggah ke situs resmi proyekforeverflavorsproject.lkk.com.

Kisah-kisah terpilih akan ditampilkan di platform resmi UNESCO dan Lee Kum Kee. Para kontributor juga akan menerima sertifikat digital dengan nomor arsip unik sebagai bagian dari "Forever Flavors Project" yang digelar UNESCO dan Lee Kum Kee. Inisiatif ini turut melibatkan baik juru masak profesional maupun penggemar masak rumahan agar kenangan cita rasa terus hidup dan diwariskan.


Makanan sebagai Jembatan Pemahaman LintasbudayaDalam sambutannya, Profesor Shahbaz Khan, Director & Representative, UNESCO Regional Office East Asia, menyampaikan, "Makanan merupakan warisan hidup yang memuat memori, identitas, dan emosi. Makanan menjadi penghubung antargenerasi, serta berperan penting memperkuat identitas budaya dan pembangunan berkelanjutan. UNESCO dengan senang hati bekerja sama dengan Lee Kum Kee, perusahaan yang sejarahnya lekat dengan keahlian kuliner dan tradisi memasak sehari-hari secara lintasgenerasi. Kolaborasi ini menunjukkan bagaimana kemitraan publik-swasta dapat berkontribusi nyata dalam pelestarian budaya, ketika dibangun atas nilai bersama, penghormatan terhadap warisan, dan komitmen jangka panjang."

Professor Shahbaz Khan, Director and Representative of the UNESCO Regional Office for East Asia memberikan kata sambutan pada acara peluncuran.
Professor Shahbaz Khan, Director and Representative of the UNESCO Regional Office for East Asia memberikan kata sambutan pada acara peluncuran.

Daniel Shih, Chief Corporate Affairs Officer & General Counsel, Lee Kum Kee Group, menambahkan, "Sejak 1888, Lee Kum Kee telah menjadi bagian dari dapur, meja makan, dan kehidupan keluarga sehari-hari. Dari satu sendok saus tiram hingga menjadi produk andalan bagi keluarga di seluruh dunia, kami tidak hanya menjaga konsistensi rasa tetapi juga menghadirkan rasa akrab kedekatan dan kepercayaan—sebuah ‘kenangan cita rasa’. Kesamaan nilai inilah yang menyatukan Lee Kum Kee dan UNESCO dalam kolaborasi bermakna ini. Kami berterima kasih kepada UNESCO atas terwujudnya jembatan pertukaran budaya ini."

Daniel Chia Shih, Chief Corporate Affairs Officer and General Counsel of Lee Kum Kee Group memberikan kata sambutan pada acara peluncuran.
Daniel Chia Shih, Chief Corporate Affairs Officer and General Counsel of Lee Kum Kee Group memberikan kata sambutan pada acara peluncuran.

Acara ini juga menghadirkan empat pembicara tamu yang berbagi kisah tentang makanan dan kenangan, yaitu Vicky Cheng, Executive Chef dan pemilik WING, salah satu"The World’s 50 Best Restaurants"; Yang Guang, food blogger; Xiao Yang (Young), penulis topik kebudayaan dan humaniora; serta Sun Guoliang, pewaris keterampilan memasak kuliner Shaoxing yang merupakan warisan budaya tak berwujud Provinsi Zhejiang. Kisah mereka mencakup resep keluarga lintas generasi, rasa yang mengobati rindu kampung halaman, hingga peran makanan dalam identitas budaya dan pemulihan emosional— yang mencerminkan gagasan utama proyek ini bahwa cita rasa menjadi jangkar emosi.

Keempat pembicara tamu membagikan kisah cita rasa mereka.
Keempat pembicara tamu membagikan kisah cita rasa mereka.

Rilisbisnis.com mendukung program publikasi press release di media khusus ekonomi & bisnis untuk memulihankan citra yang kurang baik ataupun untuk meningkatan reputasi para pebisnis/entrepreneur, korporasi, institusi ataupun merek/brand produk.

Komitmen Jangka Panjang terhadap Memori, Warisan Budaya, dan Ikatan Emosional

Makanan sering kali menjadi cara pertama manusia memahami dunia, sekaligus sarana paling tulus untuk membangun persahabatan dan memperdalam saling pengertian. Selama 138 tahun, Lee Kum Kee meyakini kuatnya hubungan antara cita rasa dan hubungan antarmanusia , serta berkomitmen menghadirkan pengalaman kuliner Asia yang istimewa bagi masyarakat global. Melalui kerja sama dengan UNESCO, Lee Kum Kee menggunakan rasa sebagai bahasa bersama untuk mendorong dialog lintasbudaya yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

"Forever Flavors Project" kini resmi diluncurkan. Lee Kum Kee mengajak masyarakat di seluruh dunia untuk membagikan kisah unik dan bersama-sama membangun arsip global kenangan cita rasa.

Tentang Lee Kum Kee Group

Lee Kum Kee didirikan oleh Keluarga Lee Kum Kee pada 1888 dan kini telah memasuki generasi keenam . Visinya adalah "menjadi perusahaan paling tepercaya untuk mewujudkan dunia yang lebih sehat dan bahagia, melampaui 1.000 tahun!"

Berawal dari bisnis saus kemudianberekspansi ke sektor Obat Tradisional Tiongkok (Traditional Chinese Medicine/TCM), termasuk pengelolaan perkebunan dan penjualan produk TCM. Grup ini juga terus melakukan diversifikasi ke berbagai bidangseperti properti, modal ventura, konsultasi budaya korporat, serta gerakan bersama untuk menciptakan dunia yang lebih bahagia. Saat ini, Lee Kum Kee Group memiliki lebih dari 9.000 karyawan di seluruh dunia. Informasi lebih lanjut dapat dilihat di www.leekumkeegroup.com.

Tentang Saus Lee Kum Kee 

Saus Lee Kum Kee merupakan gerbang global menuju budaya kuliner Asia dengan komitmen memperkenalkan kuliner Tiongkok ke dunia. Sejak 1888, Lee Kum Kee telah menyatukan banyak orang melalui momen kebersamaan, tradisi, dan hidangan yang berkesan. Dengan lebih dari 300 jenis saus dan kondimen, produk Lee Kum Kee digemari oleh konsumen dan juru masak profesional, serta menginspirasi kreativitas di dapur rumah maupun dapur profesional. Berkantor pusat di Hong Kong, Tiongkok, dan hadir di lebih dari 100 negara dan wilayah, Saus Lee Kum Kee memadukan warisan panjang, komitmen pada kualitas, praktik berkelanjutan, dan semangat "Constant Entrepreneurship" untuk menghadirkan pengalaman kuliner Asia terbaik bagi dunia. Informasi lebih lanjut dapat diakses di www.LKK.com.

Tentang United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO)

UNESCO didirikan pada 1945 sebagai singkatan dari United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization. Sebagai badan khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), UNESCO berfokus memperkuat ikatan kemanusiaan dengan mengembangkan pendidikan, ilmu pengetahuan, kebudayaan, dan komunikasi.

Bekerja sama dengan pemerintah di seluruh dunia, UNESCO mengembangkan standar internasional, instrumen hukum, serta menyediakan pengetahuan dan sarana untuk menjawab tantangan global dalam mewujudkan dunia yang lebih adil dan damai.

Dengan dukungan 194 Negara Anggota, UNESCO melindungi keanekaragaman hayati, menata penggunaan kecerdasan buatan, meningkatkan mutu pendidikan, melestarikan warisan budaya, serta membuka akses informasi yang tepercaya. Informasi lebih lanjut dapat diakses di https://www.unesco.org/en.

Berita Terkait

EngineAI Resmikan Pabrik Cerdas di Shenzhen, Robot Humanoid T800 Mulai Dikirim secara Massal
Gravity Game Unite (GGU) Tutup OBT MMORPG PC “Ragnarok Zero: Global” dengan Sukses Besar
Hainan: Etalase Kebijakan Pintu Terbuka Tiongkok
Crystal Lagoons Luncurkan Model Baru Small Lagoons by Crystal Lagoons™ Seluas 500 m², Menandai Akhir Era Kolam Renang Komersial
Haier Biomedical Raih Dua Peringkat Teratas dalam Laporan Euromonitor tentang Penjualan Peralatan Laboratorium Ilmu Hayati di Pasar Global, Tuntaskan Ekspansi Global dalam Tiga Tahap
Desay SV Pamerkan Inovasi Mobilitas Berbasis AI di AEE 2026
Laporan Omdia Triwulan I-2026: Hisense Perkuat Posisi sebagai Pemimpin Segmen TV 100 Inci ke Atas di Pasar Global
Huawei Raih Status Leader dalam 2026 Gartner® Magic Quadrant™ for Enterprise Wired and Wireless LAN Infrastructure Empat Tahun Berturut-turut
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 19:15 WIB

EngineAI Resmikan Pabrik Cerdas di Shenzhen, Robot Humanoid T800 Mulai Dikirim secara Massal

Jumat, 29 Mei 2026 - 15:49 WIB

Gravity Game Unite (GGU) Tutup OBT MMORPG PC “Ragnarok Zero: Global” dengan Sukses Besar

Jumat, 29 Mei 2026 - 15:45 WIB

Hainan: Etalase Kebijakan Pintu Terbuka Tiongkok

Jumat, 29 Mei 2026 - 15:27 WIB

Crystal Lagoons Luncurkan Model Baru Small Lagoons by Crystal Lagoons™ Seluas 500 m², Menandai Akhir Era Kolam Renang Komersial

Jumat, 29 Mei 2026 - 14:26 WIB

Haier Biomedical Raih Dua Peringkat Teratas dalam Laporan Euromonitor tentang Penjualan Peralatan Laboratorium Ilmu Hayati di Pasar Global, Tuntaskan Ekspansi Global dalam Tiga Tahap

Berita Terbaru

Pers Rilis

Hainan: Etalase Kebijakan Pintu Terbuka Tiongkok

Jumat, 29 Mei 2026 - 15:45 WIB