HARIANMALANG.COM – Dukungan yang mengalir dari berbagai lapisan masyarakat, memperkuat posisi Pasangan Calon (Paslon) Bupati Malang Nomor Urut 1 HM Sanusi-Hj Lathifah Shohib (Salaf), menjadi Bupati Malang.
Setelah benerapa waktu lalu, HM Sanusi mendapat dukungan dari para kiai dan ustadz se-wilayah Malang Selatan, kali ini dukungan datang dari Jemaat Umat Katolik yang tergabung dalam Forum Masyarakat Katolik Indonesia (FMKI) Kabupaten Malang,
Ratusan umat Katolik, Sabtu (9/11) berdoa untuk kemenangan Salaf. Mereka menyatakan dukungan kepada Paslon Bupati Malang Nomor Urut 1 HM Sanusi-Hj Lathifah Shohib, agar saat Pilkada 27 November mendatang Sanusi kembali menjabat sebagai Bupati Malang, Periode 2024-2029.
Didampingi Ketua I FMKI Kabupaten Malang, D Lisiyanto,
Baca Juga:
Shanghai Electric Tampilkan Integrasi Energi dan Industri Berbasiskan AI di Hannover Messe 2026
Lebih dari 5.000 Merek Bahas Tren Global di Ajang Shenzhen Gift Fair 2026 yang Digelar RX Huabo
ratusan anggota forum Umat Katolik berdoa untuk kemenengan Salaf.
Menurut D Lisiyanto bebebrapa waktu lalu para pendeta se-Malang Selatan juga berdoa untuk kemenangan Abah Sanusi di rumah kediaman Sanusi, Desa Gondanglegi Kulon, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang.
Selain mendukung dan mendoakan kemenangan Bupati Malang. Abah Sanusi, kedatangan 250 pengurus gereja dan jemaat ini sekaligus mengucapkan terima kasih karena selama Ini Sanusi sebagai Bupati Malang punya kepedulian terhadap kelangsungan jemaat umat kristiani di Kabupaten Malang.
“Ini mengharukan, karena kedatangan mereka hanya untuk mendukung agar saya terpilih kembali sebagai Bupati Malang,” ujarnya.
Baca Juga:
Ruijie Networks Gelar 2026 SBG APAC Channel Partner Summit di Chongqing; Luncurkan Merek SME Cybrey
Kedatangan Pengurus gereja dan jemaat sempat membuat Sanusi, panik. “Tiba – tiba mereka muncul dan jumlahnya ratusan, saya kuatir tempatnya tidak cukup,” tambahnya.
Sanusi mengucapkan terimakasih atas kepercayaan yang diberikan untuk menjabat sebagai bupati lagi.
Seperti diketahui, selama menjabat sebagai bupati, Sanusi tidak pernah membeda – besakan dan kepeduliannya terhadap umat beragama tinggi.***











