HARIANMALANG.COM – Menandai HUT ke 79 Provinsi Jatim, Bakorwil III Malang menggelar berbagai kegiatan sosial selama 5 hari Mulai Rabu lalu.
Setelah pengajian dan donor darah, hari ini, Sabtu (2/11), Bakorwil III Malang menggelar Khitan Massal bekerjasam dengan Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA).
Saat ini metode konvensional modifikasi flash coutter ini banyak diminati. “Masyarakat menyukai khitan dengan metode ini dan memang standart rumah sakit,” ujar Budiono SKep Ners MM
Kepala Tim Kesehatan Masyarakat RSSA.
Baca Juga:
CHiQ Raih “AI Home Ecosystem Brand Award”, Hadirkan Pengalaman Gaya Hidup Cerdas Lewat Inovasi AI
Konferensi Promosi Pariwisata Budaya Henan dan Pameran Budaya Heluo Digelar di Indonesia
Hisense Perpanjang Kemitraan dengan UEFA sebagai Sponsor Resmi UEFA EURO 2028
Didampingi dr Yudi Siswanto Sp. B.P.R.E dan dr Kin tim medis RSSA, Budiono mengatakan untuk khitan massal kali ini, pihaknya mengirim 4 dokter dan 10 perawat juga bagian farmasi serta obat – obatan.
“Setelah dikhitan peserta diberi obat-obatan, selain bingkiaan dari Bakorwil III,” tambah Budiono.
Menyinggung kelebihan metode tersebut, dr Yudi mengakui semua metode khitan ada kelebihan dan kekurangannya.
Kelebihan sistim ini diakhir khitan dijahit sehingga savety dari perndarahan. “Metode ini mempercepat penyembuhan dan tidak ada alat yang menempel saat selesai dikhitan. Tinggal menunggu proses penyembuhan,” terangnya.
Baca Juga:
Gupshup Meluncurkan Voice AI Platform Mandiri, Memperluas Interaksi Percakapan ke Panggilan Telepon
Kehidupan yang Didukung AI: TCL Hadirkan Inovasi AI dalam Kehidupan Sehari-hari di IFA 2026
Hisense Perkenalkan Konsep “Companion Living” Berbasis AI di IFA 2026
Sedangkan proses penyembuhannya dipengaruhi kondisi penis anak. Anak yang memiliki kelengketan kulit lpenyembuhannya lebih lama.
“Teknik ini karena dijahit proses khitan membutuhkan waktu antara 15 sampai 20 menit dan dijamin 3 hari sudah kering,” jelasnya.
Sementara Pramono Hari
Kepala Budang Kemasyarakatan Bakarwil III Jatim, mengatakan khitan massal yang baru tahun ini diselenggarakan diikuti 24 anak.
“Targetnya 50 anak, karena bukan hari libur sekolah, baru 24 anak yang ikut khitan,” ujarnya.
Peserta dengan umur bervariatif mulai usua 2 tahun sampai 12 tahun ini berasal dari berbagai daerah termasuk peserta dari Surabaya, Batu, Gondanglegi dan bebebrapa daerah di Kabupaten Malang.
Selain mendapat bingkisan dan sembako, keluarga peserta juga mendapat kupon undian untuk 2 sepeda listrik dan 1 tiket umroh.
“Untuk hadiah tahun ini menyediakan 11 sepeda listrik dan 4 umroh. Satu umroh langsung dari Pj Gubernur,” terangnya.***















