UOB Perkuat Bisnis Wealth Management melalui Kemitraan Distribusi Strategis dengan Allianz Global Investors

Avatar photo

- Pewarta

Kamis, 6 Agustus 2026 - 06:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kolaborasi ini memperluas akses nasabah terhadap beragam solusi investasi sekaligus memperkuat layanan wealth management berbasis konsultasi UOB di kawasan ASEAN.

SINGAPURA, 6 Agustus 2026 /PRNewswire/ — UOB Group menjalin kemitraan strategis dengan Allianz Global Investors (AGI). Melalui kemitraan ini, AGI akan mengakuisisi UOB Asset Management (UOBAM). Akuisisi tersebut mencakup bisnis UOBAM di delapan pasar Asia, yakni Singapura, Brunei, Indonesia, Jepang, Malaysia, Taiwan, Thailand, dan Vietnam. Sebagai bagian dari kesepakatan tersebut, UOB dan AGI juga akan menjalin kemitraan distribusi jangka panjang. Kemitraan ini memperkuat posisi UOB sebagai penyedia layanan distribusi produk investasi dengan pendekatan open architecture, serta memperluas pilihan solusi investasi bagi nasabah. Langkah ini juga menegaskan fokus UOB pada layanan wealth management berbasis konsultasi investasi yang membantu nasabah mengembangkan dan menjaga nilai aset dalam jangka panjang.

Leong Yung Chee (kiri), Chief Financial Officer UOB, dan Tobias Pross, Chief Executive Officer Allianz Global Investors, menandatangani kemitraan distribusi strategis antara UOB dan Allianz Global Investors.
Leong Yung Chee (kiri), Chief Financial Officer UOB, dan Tobias Pross, Chief Executive Officer Allianz Global Investors, menandatangani kemitraan distribusi strategis antara UOB dan Allianz Global Investors.

Melalui kemitraan ini, UOB akan menghadirkan pilihan produk dan solusi investasi yang semakin beragam bagi lebih dari delapan juta nasabahnya di kawasan ASEAN. Kemitraan tersebut memperkuat strategi open architecture UOB dengan membuka akses ke kapabilitas investasi global, sembari tetap mengedepankan layanan konsultasi, kesesuaian produk dengan profil risiko nasabah, serta pencapaian tujuan investasi jangka panjang. Selain memperluas pilihan investasi bagi nasabah, kolaborasi ini juga mendukung target pertumbuhan bisnis wealth management UOB melalui solusi investasi yang lebih beragam dan disesuaikan dengan profil risiko, siklus kehidupan, serta tujuan keuangan setiap nasabah.

Transaksi ini masih menunggu persetujuan regulator di seluruh yurisdiksi terkait dan ditargetkan rampung pada 2027. Selama proses tersebut, UOBAM dan AGI berkomitmen memastikan transisi berjalan lancar bagi nasabah maupun karyawan. Sesuai kesepakatan, seluruh 500 karyawan UOBAM di berbagai negara akan bergabung dengan AGI. AGI berkomitmen mempertahankan hubungan kerja mereka dan membuka kesempatan agar mereka dapat menjadi bagian dari platform investasi global yang lebih luas. Selama masa transisi, aktivitas operasional UOBAM tetap berjalan normal sehingga nasabah dapat terus mengakses layanan, berinvestasi, dan melakukan pencairan dana investasi UOBAM tanpa perubahan atau gangguan layanan.

Di luar biaya transaksi tunggal (one-off), nilai transaksi ini mencapai S$555 juta. UOB memperkirakan transaksi tersebut akan membukukan keuntungan sebelum pajak sekitar S$330 juta, serta meningkatkan rasio modal inti utama (Common Equity Tier 1/CET1) Grup sekitar 14 basis poin. Langkah ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang UOB untuk memperkuat fokus bisnisnya. Dengan mengoptimalkan nilai bisnis asset management dan mempertahankan kemitraan strategis dengan AGI, UOB siap mengembangkan bisnis wealth management, mendorong pertumbuhan laba secara berkelanjutan, serta meningkatkan valuasi jangka panjang bagi para pemegang saham.

Setelah empat dekade menjadi bagian dari UOB Group, UOBAM telah berkembang menjadi salah satu jaringan asset management terkemuka di Asia dengan jangkauan operasional di berbagai negara. Hingga 31 Desember 2025, total aset kelolaan (assets under management/AUM) UOBAM mencapai sekitar S$42 miliar. Berdasarkan laporan neraca konsolidasian proforma yang belum diaudit per 31 Desember 2025, nilai aset bersih yang terkait dengan kepemilikan saham yang dilepas dalam transaksi ini mencapai S$223 juta.

Deputy Chairman & Chief Executive Officer, UOB, Wee Ee Cheong, mengatakan, "UOB melayani lebih dari delapan juta nasabah di ASEAN yang memiliki kebutuhan investasi dan pengelolaan aset yang semakin beragam dan kompleks. Kemitraan ini semakin memperkuat fokus kami untuk menyediakan layanan konsultasi dan distribusi produk investasi. Dengan memadukan keahlian UOB dalam layanan konsultasi investasi serta menjalin hubungan jangka panjang dengan nasabah, bersama kapabilitas investasi Allianz Global Investors, kami siap memenuhi kebutuhan nasabah yang terus berkembang sekaligus membantu mereka mencapai tujuan keuangan jangka panjang. Kolaborasi ini juga mendukung kami untuk mempercepat pertumbuhan bisnis wealth management dan meningkatkan valuasi jangka panjang bagi para pemegang saham. Selama masa transisi, kami akan menjaga kesinambungan layanan bagi nasabah, serta memberikan kepastian bagi karyawan. Kami menyampaikan apresiasi atas dedikasi serta kontribusi tim manajemen dan seluruh karyawan UOBAM selama empat dekade terakhir sehingga UOBAM dapat berkembang menjadi salah satu jaringan asset management tepercaya di kawasan."

Sementara itu, Chief Executive Officer, Allianz Global Investors, Tobias Pross, mengatakan, "Transaksi tersebut menjadi momen penting dalam perjalanan Allianz Global Investors di Asia Pasifik. Dengan menyatukan keahlian investasi UOB Asset Management di Asia Tenggara dan platform investasi aktif berskala global yang kami miliki, kami membangun organisasi yang lebih kuat dengan kemampuan yang semakin baik untuk melayani nasabah di seluruh kawasan. Melalui kolaborasi ini, nasabah dapat mengakses pilihan solusi investasi, wealth management, dan perencanaan pensiun yang semakin beragam dan inovatif. Yang tidak kalah penting, pengumuman hari ini juga mengawali kemitraan distribusi jangka panjang antara Allianz Global Investors dan UOB, institusi keuangan tepercaya yang melayani jutaan nasabah di Asia Tenggara. Dengan kapabilitas yang saling melengkapi serta jangkauan pasar yang semakin luas, kami optimistis dapat mempererat hubungan dengan nasabah sekaligus menghadirkan nilai tambah yang lebih besar pada masa depan."

Tentang UOB

UOB merupakan bank terkemuka di Asia dengan jaringan yang tersebar di Asia Tenggara, Asia Pasifik, Eropa, dan Amerika Utara. Melalui kantor pusatnya di Singapura serta anak usaha perbankan di Tiongkok, Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Vietnam, UOB mengoperasikan sekitar 430 kantor cabang dan kantor layanan di 19 pasar.

Berdiri sejak 1935, UOB berkembang melalui ekspansi organik maupun serangkaian akuisisi strategis. Saat ini, UOB memperoleh peringkat kredit Aa1 dari Moody’s Investors Service, serta AA- dari S&P Global Ratings dan Fitch Ratings, menempatkannya sebagai salah satu bank dengan peringkat terbaik di dunia.

Selama lebih dari sembilan dekade, UOB mengedepankan pendekatan yang berfokus pada nasabah untuk menciptakan nilai tambah jangka panjang melalui semangat kewirausahaan dan komitmen memberikan layanan yang tepat bagi setiap nasabah. UOB juga berkomitmen mendukung pembangunan masa depan ASEAN dengan menghubungkan masyarakat dan dunia usaha di kawasan.

Melalui jaringan regional yang luas, UOB membantu pelaku usaha menangkap berbagai peluang di ASEAN. Bank ini juga memanfaatkan data dan analisis untuk menghadirkan layanan serta solusi perbankan yang lebih inovatif dan personal, sesuai kebutuhan serta preferensi nasabah yang terus berkembang. Selain itu, UOB bertekad mendukung terciptanya masa depan yang berkelanjutan dengan mendorong inklusivitas sosial, memberikan dampak positif bagi lingkungan, dan mendukung kemajuan ekonomi. Sebagai penyedia layanan keuangan yang bertanggung jawab, UOB juga terus berkontribusi terhadap pengembangan pendidikan, kesejahteraan anak, dan seni, serta memberikan manfaat bagi masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan.

Tentang Allianz Global Investors 

Allianz Global Investors merupakan manajer investasi terkemuka di dunia yang menjalankan strategi aktif. AGI didukung lebih dari 700 profesional investasi yang tersebar di 22 kantor di berbagai negara. Hingga 30 Juni 2026, AGI mengelola aset senilai EUR 653 miliar. Allianz Global Investors meyakini bahwa setiap perubahan selalu membawa peluang baru. Berbasis strategi aktif, AGI berkomitmen mendampingi nasabah dalam menghadapi dinamika pasar melalui beragam solusi investasi yang dirancang sesuai kebutuhan dan tujuan keuangan masing-masing nasabah. Melalui kapabilitas investasi di pasar publik maupun privat, AGI menciptakan nilai tambah yang melampaui kinerja investasi semata, serta mengarahkan aset nasabah menuju peluang yang tepat pada waktu yang tepat. Komitmen terhadap isu keberlanjutan menjadi landasan perusahaan dalam membangun kemitraan jangka panjang yang didasari kepercayaan serta perubahan positif.

Data per 30 Juni 2026. Total aset kelolaan (AUM) mencakup aset dan portofolio efek yang dikelola secara diskresioner oleh perusahaan-perusahaan Allianz Global Investors, baik secara langsung maupun melalui "sub-advisor", termasuk aset Allianz Global Investors yang sejak 25 Juli 2022 dikelola melalui skema "subadvisory" oleh Voya Investment Management (Voya IM). Angka tersebut tidak mencakup aset yang hanya dikelola dalam kapasitas penyedia layanan administratif. Total aset kelolaan meliputi aset milik pihak ketiga maupun Allianz Group.

Berita Terkait

Cision Raih MarTech Breakthrough Awards 2026 untuk Pemantauan dan Analisis Media Sosial, Distribusi Siaran Pers, dan AEO
Fair Finance Asia Desak Perbankan Hentikan Pendanaan untuk Sektor Batu Bara di ASEAN
Shueisha Perluas Jangkauan Global melalui MANGA MILLION, Platform Manga yang Tersedia dalam 100 Bahasa
Haier Gandeng AO 1 Point Slam, Buka Peluang bagi Petenis Komunitas Tampil di Ajang Grand Slam
SUS ENVIRONMENT Raih Dua Proyek WtE di Indonesia, Percepat Ekspansi Global
Mitrade Raih Gelar “AI Broker of the Year 2026”, Hadirkan MitradeGPT Versi Terbaru di Asia
UNISOC Lyric Audio: Mengubah Pengalaman Mendengarkan Audio
Hard Rock Cafe dan Coca-Cola® Meluncurkan Kompetisi Musik Hard Rock Rising untuk Musisi Pendatang Baru
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 17:00 WIB

Cision Raih MarTech Breakthrough Awards 2026 untuk Pemantauan dan Analisis Media Sosial, Distribusi Siaran Pers, dan AEO

Kamis, 6 Agustus 2026 - 13:02 WIB

Fair Finance Asia Desak Perbankan Hentikan Pendanaan untuk Sektor Batu Bara di ASEAN

Kamis, 6 Agustus 2026 - 13:00 WIB

Shueisha Perluas Jangkauan Global melalui MANGA MILLION, Platform Manga yang Tersedia dalam 100 Bahasa

Kamis, 6 Agustus 2026 - 12:10 WIB

Haier Gandeng AO 1 Point Slam, Buka Peluang bagi Petenis Komunitas Tampil di Ajang Grand Slam

Kamis, 6 Agustus 2026 - 12:08 WIB

SUS ENVIRONMENT Raih Dua Proyek WtE di Indonesia, Percepat Ekspansi Global

Berita Terbaru