HARIANMALANG.COM – Didukung Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Inspektorat Kota Malang gencar menyosialisasikan pencegahan korupsi.
Menurut Sekretaris Inspektorat Siti Mahmuda, dengan menggandeng PWI Malang Raya sosialisasi pencegahan korupsi lebih efektif.
“Saya sadar dengan kemampuan dan kapasitasnya, wartawan mampu menembus dimensi waktu dan bisa masuk lebih dalam,” ujarnya, Selasa (29/10).
Melalui forum ini, Mahmuda berharap sosialisasi berlanjut dan menjangkau masyaakat luas hingga ke RW dan RT.
Baca Juga:
DoGo Power Luncurkan Smart Grid-Forming ESS dan Siap Menerima Pesanan Global
CATL Mulai Uji Coba Produksi Sel Baterai di Hungaria
Pylontech Mulai Produksi Massal Sel LFP 588Ah dan 601Ah untuk Sistem Penyimpanan Energi
Dikatakan, media massa juga dapat menyerap aspirasi masyarakat dan memiliki peran penting sebagai penghubung antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas.
“Peran media tidak hanya sebatas menyebarkan informasi, tetapi juga membuka ruang bagi masyarakat untuk melaporkan indikasi korupsi,” ungkap Mahmudah.
Selain media massa, Inspektorat juga menyediakan kanal pengaduan atau laporan. Melalui email Whistle Blowing System (WBS).
Sementara Kepala Dinas Kominfo, Nur Widianto berharap, melalui forum ini, sosialisasi yang digawangi Inspektorat memudahkan terwujudnya masyarakat madani.
“Kami ingin masyarakat kian paham akan perbuatan melawan hukum (korupsi). Termasuk membantu memberikan pengawasan ke semua lini,” sambung Wiwit, sapaan akrabnya.
Di tempat sama, Ketua PWI Malang Raya, Ir Cahyono menyampaikan, wartawan yang bergabung PWI Malang Raya, siap mendukung program pemerintah dalam mensosialisasikan pencegahan korupsi.
Media merupakan bagian dari empat pilar demokrasi. Sekaligus menjadi ujung tombak terhadap dua tujuan, menuju keberhasilan atau justru kehancuran.
“Untuk itu, kita bersama segenap pengurus PWI dengan beragam media, siap membantu publikasi sosialisasi pencegahan korupsi dari pemerintah,” pungkasnya. ***













