CGTN: Memasuki Usia 25 Tahun, SCO Buka Peluang Baru bagi Pembangunan Regional

Avatar photo

- Pewarta

Rabu, 2 September 2026 - 13:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

CGTN mengulas perjalanan SCO yang telah berkembang dari mekanisme kerja sama yang berfokus pada keamanan menjadi platform kerja sama regional yang mencakup berbagai bidang, mulai dari pembangunan ekonomi hingga inovasi teknologi. CGTN juga membahas peran Tiongkok dalam memperkuat kerja sama di dalam organisasi tersebut.

BEIJING, 2 September 2026 /PRNewswire/ — Di tengah kawasan Jizzakh, Uzbekistan, hamparan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) kini mengubah lanskap Gurun Gobi. Puluhan ribu panel fotovoltaik terbentang di lahan tandus untuk menangkap sinar matahari dan menghasilkan energi bersih.

Pada Maret lalu, fase pertama dari proyek pembangkit listrik tersebut mulai beroperasi secara komersial. Proyek yang dibangun dan dioperasikan perusahaan Tiongkok ini diperkirakan mampu menghasilkan 1,1 miliar kilowatt-jam listrik bersih per tahun setelah seluruh tahap pembangunan rampung, atau cukup untuk memenuhi kebutuhan sekitar 400.000 penduduk.

PLTS ini menjadi salah satu contoh terbaru dari hasil nyata kerja sama Tiongkok dan SCO dalam mendorong pembangunan. Selama 25 tahun terakhir, Shanghai Cooperation Organization (SCO) telah berkembang dari mekanisme keamanan regional menjadi wadah kerja sama yang lebih luas. Di sisi lain, pembangunan ekonomi semakin menjadi salah satu fokus utama SCO.

Pembangunan Menjadi Prioritas untuk Mendorong Kemakmuran Kolektif

Pada Selasa, Presiden Tiongkok Xi Jinping menghadiri Rapat Dewan Kepala Negara Anggota SCO Ke-26  yang bertepatan dengan perayaan 25 tahun berdirinya organisasi tersebut.

Dalam pidatonya, Xi menyampaikan empat usulan untuk mendorong perkembangan SCO ke depan. Salah satu prioritasnya adalah menempatkan pembangunan sebagai agenda utama guna mendorong kemakmuran kolektif di antara negara-negara anggota SCO.

Xi juga menekankan pentingnya Shanghai Spirit yang mencakup sikap saling percaya, manfaat kolektif, prinsip kesetaraan, musyawarah, sikap menghargai keberagaman peradaban, serta upaya mencapai pembangunan kolektif. Menurut Xi, Shanghai Spirit merupakan aset spiritual yang paling berharga bagi SCO.

Dalam 25 tahun perjalanannya, SCO terus memperkuat perdagangan, mempererat hubungan investasi, dan meningkatkan konektivitas regional. Perkembangan tersebut membuka semakin banyak peluang bagi pertumbuhan ekonomi regional.

Pembangunan jalur kereta api Tiongkok-Kirgizstan-Uzbekistan menjadi salah satu contohnya. Pembangunan jalur tersebut resmi dimulai pada Desember 2024. Setelah rampung, jalur ini akan menjadi koridor transportasi penting yang menghubungkan Tiongkok dengan Asia Tengah hingga kawasan Eurasia yang lebih luas. Kehadirannya diharapkan dapat meningkatkan efisiensi perdagangan sekaligus membuka peluang ekonomi baru.

Sejumlah platform kerja sama juga turut mempererat hubungan ekonomi antarnegara anggota SCO. Bulan lalu, konferensi kerja sama ekonomi dan perdagangan regional di Bishkek mempertemukan lebih dari 100 perusahaan dan menghasilkan 193 kesepakatan kerja sama, serta transaksi perdagangan senilai sekitar RMB 1,74 miliar (US$259 juta). Di sisi lain, China-SCO Digital Economy Cooperation Platform yang diluncurkan di Tianjin setahun lalu telah memfasilitasi 29 proyek kerja sama lintasnegara. Proyek-proyek tersebut mencakup infrastruktur komputasi, perdagangan digital, dan kedirgantaraan komersial.

Selama 25 tahun terakhir, SCO berkembang menjadi salah satu platform utama kerja sama regional. Kerja sama ekonomi dalam organisasi ini pun bergeser dari proyek-proyek individual menuju kerangka kelembagaan yang lebih kuat, serta beralih dari kerja sama bilateral menuju koordinasi multilateral. Perubahan tersebut membuka jalan bagi pembangunan kawasan yang lebih terintegrasi, berkualitas tinggi, dan berkelanjutan.

Tiongkok Mendorong Penguatan Kerja Sama SCO

Di KTT pada Selasa, Xi mengatakan Tiongkok menempatkan SCO sebagai salah satu prioritas dalam memperkuat kerja sama Belt and Road yang berkualitas tinggi serta menjalankan Global Development Initiative.

Tiongkok, lanjut Xi, akan terus menggelar berbagai kegiatan seperti SCO Digital Economy Forum dan SCO Agricultural Expo. Tiongkok juga akan mengembangkan pusat kerja sama internasional di bidang aplikasi kecerdasan buatan bersama negara-negara SCO, menjalankan 100 proyek kerja sama teknologi dengan negara-negara anggota lainnya dalam tiga tahun ke depan, serta mengembangkan lebih banyak talenta di industri hijau melalui kerja sama Tiongkok-SCO.

Sebagai salah satu negara pendiri SCO, Tiongkok telah memainkan peran penting dalam mendorong kerja sama praktis di dalam organisasi tersebut.

Tak lama setelah SCO berdiri, Tiongkok mengusulkan peningkatan fasilitas perdagangan dan investasi di antara negara-negara anggota. Pada 2003, SCO mengadopsi program kerja sama ekonomi multilateral dengan peta jalan tiga tahap. Dalam jangka pendek, program tersebut menargetkan peningkatan fasilitas perdagangan dan investasi. Dalam jangka menengah, fokusnya membangun aturan yang stabil dan transparan. Sementara, dalam jangka panjang, program tersebut diarahkan agar mendorong arus barang, modal, jasa, dan teknologi yang lebih bebas secara bertahap.

Tiongkok juga memberikan dukungan finansial bagi berbagai proyek kerja sama regional. Hingga Juli 2025, akumulasi investasi Tiongkok di negara-negara anggota SCO lainnya telah melampaui US$84 miliar. Angka tersebut menjadikan Tiongkok sumber investasi dan pembiayaan terbesar bagi Tajikistan, Kirgizstan, Uzbekistan, dan Pakistan.

Dalam KTT Tianjin pada tahun lalu, Tiongkok mengusulkan pembentukan platform kerja sama di bidang energi, industri hijau, dan ekonomi digital, serta pusat inovasi ilmiah, pendidikan tinggi, dan pendidikan vokasi. Keenam inisiatif tersebut kini telah diluncurkan dan menghasilkan lebih dari 160 proyek kerja sama yang mencakup energi bersih, aplikasi digital, serta pengembangan SDM.

Rilisbisnis.com mendukung program publikasi press release di media khusus ekonomi & bisnis untuk memulihankan citra yang kurang baik ataupun untuk meningkatan reputasi para pebisnis/entrepreneur, korporasi, institusi ataupun merek/brand produk.

Egor Prokhin, peneliti di Higher School of Economics Rusia, menilai Tiongkok memainkan peran sentral dalam perkembangan SCO.

"Belt and Road Initiative turut meningkatkan konektivitas transportasi dan perdagangan di antara negara-negara Eurasia, sementara Global Development Initiative berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat," ujar Prokhin. Menurut dia, kedua inisiatif tersebut sejalan erat dengan prioritas pembangunan negara-negara anggota SCO sehingga membuka peluang bagi dunia usaha sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat di kawasan.

Informasi lebih lanjut
https://news.cgtn.com/news/2026-09-01/How-SCO-opens-up-opportunities-for-regional-development-as-it-turns-25-1Q5x5WHsoyk/p.html

 

 

Berita Terkait

Xinhua Silk Road: Model Kemitraan yang Digagas Hunan Buka Jalur Kerja Sama Ekonomi dan Perdagangan Tiongkok-Afrika
GONEO Percepat Ekspansi Global dengan Memperluas Kehadiran di Berbagai Pameran Industri Terkemuka
RAVEN2 BUKA PRAREGISTRASI UNTUK FRESH START SERVER “ZERO”
Campaign Connect Indonesia 2026 Bahas Pertumbuhan, AI, dan Peran Baru Pemimpin Pemasaran
Haier Biomedical Pamerkan Solusi Automated Biostorage dan Connected Pharma di ISPE Singapore 2026
Eksekutif Global KUKA Kunjungi Centron, Bahas Kerja Sama Teknis dalam Bidang Manufaktur Perakitan Cerdas
TUMI HADIRKAN KOLEKSI MUSIM GUGUR/MUSIM DINGIN 2026 LEWAT KAMPANYE YANG MENYOROTI PERJALANAN LANDO NORRIS MENUJU PUNCAK KESUKSESAN
CGTN: Hubungan “Emas” Tiongkok-Kirgizstan Membawa Manfaat bagi Kedua Negara dan Kawasan
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 15:44 WIB

Xinhua Silk Road: Model Kemitraan yang Digagas Hunan Buka Jalur Kerja Sama Ekonomi dan Perdagangan Tiongkok-Afrika

Rabu, 2 September 2026 - 14:04 WIB

GONEO Percepat Ekspansi Global dengan Memperluas Kehadiran di Berbagai Pameran Industri Terkemuka

Rabu, 2 September 2026 - 13:18 WIB

CGTN: Memasuki Usia 25 Tahun, SCO Buka Peluang Baru bagi Pembangunan Regional

Rabu, 2 September 2026 - 06:54 WIB

RAVEN2 BUKA PRAREGISTRASI UNTUK FRESH START SERVER “ZERO”

Rabu, 2 September 2026 - 03:00 WIB

Campaign Connect Indonesia 2026 Bahas Pertumbuhan, AI, dan Peran Baru Pemimpin Pemasaran

Berita Terbaru

Pers Rilis

RAVEN2 BUKA PRAREGISTRASI UNTUK FRESH START SERVER “ZERO”

Rabu, 2 Sep 2026 - 06:54 WIB